Jalan Baru, Martabak Spesial Kali

Tidak ada yang begitu spesial sebenarnya, karena tulisanku emang spesial semuanya, nulisnya kan pakek hati hahaha, tapi bukan martabak spesial, tolong ya jangan disamakan! canda hehe ketawa nggak? wkwkw garing banget emang *LOL

Sepertinya aku belum menjelaskan ya tulisan ini mengenai apa? Tapi sebenarnya tulisan ini hanya sebagai catatan pribadi yang seperti kudu dibagi, aku nggak tau letak faedahnya di mana, tapi yang jelas ada hal yang harus kubagi. Semoga kamu yang baca suka dan aku mampu memberikan apa yang aku bisa, sesuai dengan tujuan penulisan ini. Ah ya, kita bisa saling tukar cerita, "nomernya di bawah ini" :)

Jalan awal ya? Pernah dengar kata mengenai, pengalaman adalah guru terbaik? Sudah kuduga, sangat terkenal di telinga kita memang, dan kamu yang baca ini pasti juga setuju dengan hal itu. 

Apa pengalaman kamu yang memberikan suatu hal yang sangat berdampak bagi kehidupan kamu? baik dari sisi pengetahuan ataupun lainnya. Kadang kita nggak sadar akan hal itu. Ada saatnya memang dari kejadian tersebut kita melakukan self talk, entah itu berupa tulisan ataupun bentuk kita bicara pada diri kita sendiri.

Seperti orang gila? wkwkwk sekilas emang iya, kan? no problem, dari self talk yang biasanya kalo aku seenaknya kapan waktunya, kapan waktu senggangnya, tapi sepertinya malam menjelang tidur adalah waktu yang tepat untuk mengulang kejadian yang kadang tidak terduga tersebut, pelan-pelan kita putar kembali, dan akan menemukan jawaban, "Ternyata seperti ini, Tuhan tidak akan salah menempatkan".

Dari kata tersebut, kelelahan, bahkan kadang menuai kekecewaan (manusiawi lah ya haha, yo gapapa asal bisa bangkit kembali) bisa luntur seiringnya berjalannya waktu.

Ah ya, sebelumnya aku menulis mengenai seseorang yang berada di posisi "sedih" kurang cocok dengan kata kuat, karena kata mbak BCL, jangan suruh kita kuat karena suatu saat akan kuat pada waktunya. 

Nah kemaren aku baca sebuah tulisan, intinya begini, seseorang yang sedang dilanda kesedihan hanya butuh waktu dan pengalihan. 

Waktu, waktu untuk menerima semuanya, dalam tahap ini emang diri setiap manusia tidak bisa disamakan berapa lamanya, tapi satu yang kutau, pelan-pelan pasti akan menerimanya, dan, kesedihan tidak boleh berlarut-larut, ada hal di depan yang harus dimulai kembali.

Pengalihan, pengalihan di sini sebagai wujud rasa kesedihan yang dirasakan dengan tidak sadar akan mulai hilang secara perlahan, dalam sebuah tulisan yang pernah kubaca dikatakan, bahwa  kesedihan bisa dihilangkan dengan cara postif. Salah satunya fotografi.

Pendapat ini menurutku cocok banget, karena dari kesedihan kita mencoba melakukan hal yang membutuhkan fokus hanya pada satu objek, apapun itu, tidak hanya fotografi kalo menurutku, selagi kegiatan tersebut mampu membuat kita bangkit dan tentunya kesedihan diubah menjadi sesuatu yang berfaedah untuk diri kita sendiri.

Seseorang pernah berkata, maaf sekali lagi aku lupa siapa, "Kalo kamu nggak bisa bahagiakan diri kamu sendiri, bagaiamana kamu bisa bahagiakan orang lain?" 

Satu hal lagi dalam dunia medis, aku pernah baca, intinya gini, sebelum kamu menolong orang lain, perhatikan diri kamu terlebih dahulu. Saat itu digambarkan seperti ini, ada orang terluka, kamu ingin menolongnya, kamu harus lihat posisi kamu, apakah sudah memakai sarung tangan? simple si, karena pada saat kita menolong orang lain dalam bentuk darah mengalir tersebut yang tentunya lapisan kulitnya terbuka, kita tidak tau apakah ada bakteri atau tidak yang bisa keduanya terinfeksi, baik dari sisi penolong maupun yang ditolong. 

Ngalor ngidul ya? Pengen nulis aja sebenarnya udah lama gk nulis dan say hello hehe.

Intinya kan ini, Yang kita rasakan saat ini, bahkan kesedihan pun kadang memberikan pukulan telak kepada kita bahwa, pengalaman tersebut bukan sembarang orang yang memilikinya. Kita hanay perlu menrima dan memulai.

See you di tulisan selanjutnya, semoga kita baik-baik saja.


Salam hangat :)





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hai....