Hai....

 Hai teman, apa kabar? ^^


Finally tulisan ini lahir juga secara perlahan buat dibaca bagi yang suka baca setelah 1 tahun lebih baru bisa memberikan keberanian untuk menulisnya. Jadi gini, ga semua orang itu mau ngomong yang akan memberikan kesan, "Beban di pundak kamu ga seberat itu, km bisa cerita sama teman-teman kamu, keluarga kamu, dst" Spesial martabak telor ini wkwkwk, aku kebetulan bukan penganut seperti itu, aku cerita ketika antara hati dan otak udah sinkron, maksudnya gini, semakin aku bercerita, maka semakin hal hal yang tidak ingin kudengar malah bikin hati tersentuh, dan akhirnya pikiran ikut merasakan, apa yg terjadi? Kata, yang sabar ya dan seterusnya, malah jadi bikin, "aku tahu itu kata penting, tapi kata tsb malah jadi bikin, apakah sampai saat ini aku belum sabar? Belum kuat menghadapi? Bisa nggak pilih kata lain?” Jahat ya? Wkwkwk kalo kata mbak BCL yanhg sangat kusetuju banget, "jangan nyuruh kita kuat, suatu saat kita akan kuat dengan sendirinya," Nah keren, kan?😀


Ada hal yang kupercaya sampai saat ini, Tuhan nggak akan pernah ninggalin hamba-Nya. Dan, rencana-Nya akan selalu indah.


Betul, hampir 8 bulan dimulai bulan Maret sampai Oktober aku berada di fase jarang on di sosmed, lebih tepatnya, bikin story yg katanya kebutuhan wkwkw ttg apapun itu. Jadi pertanyaan semacam ini lahir, "ke mana aja kok ga kelihatan?" ya seperti apa yang kukatakan di awal tadi, aku ga bisa ngomong sama orang kalo aku lg di fase bisa dikatakan down dr dalam. Untuk saat ini ya, ga tau ke depannya seperti apa, tapi untuk perubahan sepertinya bulan November th lalu aku mencoba, mencoba untuk membuka luka yg belum mengering untuk dibagi bahwa, "kamu tidak sendiri" Dan finally tulisan ini akan lahir untuk dibagi juga, apa tujuannya? Ga tau si yang pasti, tapi yang terpenting ada hal hal yang harus kubagi.


Tentang apakah itu? Banyak, selama 7 bulan ada hal hal yang sangat amazing. How how how? Kejutan di ulang tahun yang ke-21 yang sangat luar biasa, hampir dompet yg isinya pokoknya berharga semua hampir ilang pas waktu perjalanan, untung Bapak Grabnya baik banget, saat itu,"Ini terlalu sempurna dengan segalanya dalam perjalanan ini" Ya kala itu solo travel, belum pernah menginjakkan kaki di sana sendiri.  Kekhawatiran, hal hal yang tidak terduga, dan sebagainya terjadi, seakan dapat misteri box gitu, kan? 


Untuk pengenalan awal ini aku mau membuka sedikit kunci, bahwa kata ini terlalu benar kenyataanya, "apa-apa yang kamu tahu, apa-apa yang kamu lihat, kamu baca, suatu saat akan berguna" Jadi, bisa ga, kalo kata ini digabungkan dengan kata di atas itu? "Tuhan tidak akan pernah memberikan ujian di luar batas kemampuan hamba-Nya" Bisa, kan? 


Untuk paragraf terakhir, aku mau bilang, kadang melepaskan juga diperlukan, walau kadang menyakitkan. 


See you di tulisan selanjutnya~ 


Sharing is caring, katanya gitu😄



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan Baru, Martabak Spesial Kali